Musik Lagu Lengkap Tentang Southern All Stars

Tentang Southern All Stars

Southern All Stars adalah band pop rock asal Jepang yang dibentuk di Kanagawa. Band dipimpin Keisuke Kuwata yang berperan sebagai vokalis utama sekaligus penulis lagu. Nama band ini sering disingkat sebagai Sazan atau SAS.

Sejak penampilan perdana pada tahun 1978, mereka telah menghasilkan lagu-lagu yang menduduki puncak tangga lagu Oricon dan berbagai single yang terjual jutaan keping, seperti “Itoshi no Ellie”(1979), “Chako no Kaigan Monogatari”(1982), “Namida no Kiss”(1992), “Erotica Seven”(1993), “Summer Heartbreak”(1995), “Spiritual Message”(1996) dan masih banyak lagi. Single mereka berjudul “Tsunami” (2000) menempati urutan ke-3 single paling banyak terjual sepanjang sejarah musik di Jepang.

Musisi dan penyanyi lain banyak yang membawakan lagu-lagu mereka dan sukses. Pada tahun 1989, Ray Charles menyanyikan “Itoshi no Ellie” dalam bahasa Inggris sebagai musik latar iklan wiski di televisi Jepang. Lagu ini berhasil menjadi single terlaris di Jepang tahun 1989 untuk kategori artis luar negeri. Di awal tahun 1990-an, Jacky Cheung menyanyikan “Loving You More Each Day” (“Manatsu no Kajitsu”) dan berhasil sukses di beberapa negara Asia.

Sejarah Tentang Southern All Stars

Masa awal

Southern All Stars bermula dari klub ekstrakurikuler Universitas Aoyama Gakuin yang bernama “Better Days”. Salah seorang anggota klub bernama Keisuke Kuwata membentuk band yang diberi nama-nama nyentrik, seperti “Onsen Anma Momohiki Band, Piston Kuwata to Shirindāzu, Piston Kuwata to Nōsotchū, Kuwata Keisuke to Hitchcock Gekijō. Setiap kali mengikuti kontes, setiap kali juga nama band diganti-ganti, Kuwata Keisuke bertahan sedangkan anggota lain bergantian keluar masuk. Ketika Yuko Hara bergabung, teman Kuwata mendapat ide nama baru untuk band pengiring Kuwata sewaktu sedang mandi. Nama aliran musik “Southern rock” ditambah nama kelompok musik salsa “Fania All-Stars” menjadi “Southern All Stars”. Nama “all stars” dianggap fleksibel walaupun ada anggota yang keluar masuk, lagipula mereka sudah capek berganti-ganti nama.

Setelah band berganti anggota beberapa kali, Keisuke Kuwata berhasil mendapat penghargaan vokal terbaik sewaktu ikut kontes band amatir Yamaha East West tahun 1977. Setelah itu, Hiroshi Matsuda dan Hideyuki Nozawa yang bukan mahasiswa Universitas Aoyama Gakuin bergabung dengan band dan anggota tetap Southern All Stars menjadi 6 orang.

Southern All Stars mengeluarkan single perdana berjudul “Katte ni Sinbad” pada 25 Juni 1978. Lagu ini langsung menjadi hit dan melambungkan nama Southern All Stars ke puncak kepopuleran. Single ke-3 mereka yang berjudul “Itoshi no Ellie” dirilis tanggal 25 Maret 1979 dan sukses luar biasa. Band ini menjadi sibuk luar biasa hingga Kuwata Keisuke sempat mengalami neurosis yang berakhir pada penolakan mereka tampil di televisi.

Masa surut hingga album Kamakura

Pada tahun 1980, Southern All Stars memulai proyek rekaman bernama Five Rock Show. Sementara terus berkonsentrasi dengan rekaman tanpa diekspos media massa, band mengumumkan, “Dalam jangka waktu 5 bulan, setiap bulan band ini akan mengeluarkan 1 single.” Hasilnya, di antara kelima single tersebut tidak ada satu pun yang berhasil jadi hit. Single “Big Star Blues” yang dikeluarkan pada tahun 1981 bahkan tercatat sebagai single dengan angka penjualan terburuk dari semua single mereka.

Album yang dikeluarkan Southern All Stars selalu berhasil menempati puncak tangga album, tetapi penjualan single mereka terus mengalami kelesuan hingga dirilisnya single “Chako no Kaigan Monogatari” tanggal 21 Januari 1982. Lagu ini bergaya pop dan Keisuke Kuwata menyanyikan lagu ini dengan meniru suara penyanyi aidoru paling top saat itu, Tahara Toshihiko. Lagu ini dipertaruhkan untuk mengangkat lagi nama Southern All Stars, dan ternyata sukses besar. Di tengah kesuksesan mereka, Keisuke Kuwata dan Yuko Hara menikah.

Angka penjualan album berikutnya, Kirei sedikit menurun, tetapi lagu andalan “Miss Brand New Day” dari album berikutnya Ninki mono de ikou berhasil mencatat angka penjualan luar biasa setelah diterbitkan sebagai single. Setelah itu, pada tahun 1985, Southern All Stars mengeluarkan album studio Kamakura yang terdiri dari 2 keping CD. Pengerjaan album memakan waktu lama dan sering dinilai penggemar sebagai album paling bagus dalam sejarah Southern All Stars. Sewaktu rekaman album ini, Yuko Hara mengambil cuti untuk melahirkan dan band beristirahat untuk sementara. Keisuke Kuwata bersolo karier dengan band yang diberi nama Kuwata Band, dan begitu pula anggota band yang lain.

Kembali sukses

Southern All Stars merayakan peringatan hari jadi mereka yang ke-10 dengan mengeluarkan single “Minna no uta” pada 25 Juni 1988. Takeshi Kobayashi yang pernah membantu pengerjaan album solo milik Kuwata Keisuke diajak bergabung sebagai penata musik sekaligus produser.

Pada tahun 1989, single “Sayonara Baby” merupakan single pertama dalam 11 tahun karier mereka yang berhasil menempati puncak tangga lagu mingguan Oricon. Film Inamura Jane merupakan karya perdana Kuwata Keisuke sebagai sutradara, sedangkan lagu mereka, “Manatsu no Kajitsu” dipakai sebagai lagu tema. Setelah diedarkan, angka penjualan lagu ini biasa-biasa saja, tetapi nantinya berhasil menjadi klasik sebagai lagu yang banyak diputar di Jepang pada musim panas.

Pada tahun 1991, Kazuyuki Sekiguchi jatuh sakit dan harus beristirahat, tetapi 2 keping single mereka, “Shuraba-Ra-Banba / Kimi Dake ni Yume wo Mō Ichi-do” dan “Namida no Kissu” berhasil sekaligus diedarkan tanggal 21 Juli 1992. Kedua single ini bahkan memasuki tangga lagu Oricon secara bersama-sama, dan sekaligus menduduki puncak anak tangga nomor 1 dan 2. Peristiwa ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah tangga lagu Oricon dan Southern All Stars. Lagu “Namida no Kissu” berhasil menjadi hit setelah digunakan sebagai lagu tema drama televisi “Zutto anata ga suki datta”, dan terus duduk di puncak tangga lagu Oricon selama hampir satu bulan. Lagu ini sekaligus single pertama Southern All Stars yang laku di atas 1 juta keping.

Pada tahun 1993, lagu “Erotika Sebun” dijadikan lagu tema untuk drama televisi Akuma no KISS, dan lagi-lagi berhasil menjadi hit sekaligus mencatat angka penjualan di atas 1 juta keping. Pada tahun 1994, Kuwata Keisuke kembali bersolo karier, sedangkan Southern All Stars beristirahat selama setahun.

Era hard rock

Album Yo ni Man’yō no Hana ga Saku Nari dan single “Kurisumasu Rabu (Namida no Ato ni wa Shiroi Yuki ga Furu)” merupakan karya terakhir Southern All Stars dengan Takeshi Kobayashi sebelum mengundurkan diri. Takeshi Kobayashi kecewa dengan fan Southern All Stars yang senang lagu-lagu yang mudah dicerna, sehingga memutuskan untuk bergabung dengan Mr.Children sebagai produser. Sementara itu, hubungan baik dengan Takeshi Kobayashi tetap terpelihara dan berkat bantuannya, Keisuke Kuwata berhasil mengadakan konser amal dengan Mr.Children. Sementara itu, Southern All Stars mulai memproduksi sendiri lagu-lagu tanpa bantuan Takeshi Kobayashi.

Pada tahun 1995, Kazuyuki Sekiguchi kembali aktif setelah lama cuti karena sakit, dan single “Manpī no Jī-Supotto” dirilis tanggal 22 Mei 1995. Selanjutnya, mereka mengeluarkan single “Anata Dake wo — Summer Heartbreak —” yang langsung menjadi populer dan laku lebih dari 1 juta keping setelah dijadikan lagu tema untuk drama televisi Itsuka mata aeru. Single berikutnya yang dirilis tahun 1996, “Ai no Kotodama — Spiritual Message” juga berhasil laku lebih dari 1 juta keping. Lagu yang sama dimasukkan ke dalam album Young Love yang merupakan album mereka yang paling laku saat itu.

Sekitar tahun 1997, band ini mulai meninggalkan lagu-lagu berirama hot untuk musim panas yang menjadi ciri khas mereka, dan lebih banyak melahirkan lagu berwarna hard rock. Pada tahun 1998, Southern All Stars mengeluarkan album Umi no Yeah!! berupa kompilasi lagu-lagu terbaik dalam karier musik mereka. Album ini laku keras, tetapi album studio berikutnya, Sakura yang berwarna hard rock kurang disambut penggemar. Pada tahun 1999, single berjudul “Ierō Man — Hoshi no Ōji-sama —” dirilis bersamaan dengan tur konser Southern All Stars, tetapi hanya berhasil laku di bawah 100 ribu keping.

Sukses single Tsunami

Southern All Stars mengadakan pertunjukan live terbatas khusus penggemar “’99 SAS Jikenbo in Kabukichō” pada 26-27 September 1999. Setelah pertunjukan berlangsung, lagu-lagu yang sedang direkam Kuwata Keisuke saat itu (seperti versi asli karyanya yang berjudul “Kawaii Mīna”) berubah warna menjadi lagu-lagu bernada optimis. Perubahan ini menurut Kuwata disebabkan “dirinya terinspirasi reaksi penonton” ketika pertunjukan ’99 SAS Jikenbo in Kabukichō berlangsung.

Pada tahun berikutnya, 26 Januari 2000, Southern All Stars merilis single berjudul Tsunami. Lagu ini dipakai acara variety berjudul Un-nan no Hontoko! pada segmen Mirai Nikki III, dan berhasil menjadi hit luar biasa di Jepang. Single ini terjual sebanyak 3 juta keping, dan menduduki urutan ke-3 dalam daftar single paling laku dalam sejarah musik Jepang. Setelah kesuksesan single Tsunami, band ini menjadi lebih konservatif dan terus berusaha menjaga warna musik yang ciri khas mereka.

Single berikutnya di musim panas tahun 2000, “Hotel Pacific” berhasil menjadi hit besar. Kesuksesan ini dirayakan dengan konser dua malam berturut-turut di kampung halaman Kuwata Keisuke di kota Chigasaki, Prefektur Kanagawa. Pertunjukan terlaksana setelah penduduk setempat mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk petisi agar Southern All Stars mau bermain di sana.

Setelah bermain di kota Chigasaki, Takashi Omori mengumumkan dirinya ingin beristirahat, dan berakhir pada berita pengunduran dirinya pada tahun 2001. Setelah kehilangan Takashi Omori, Kuwata Keisuke kembali melakukan solo karier. Single solonya “Naminori Jonny” dan “Shiroi-koibito tachi” berhasil menjadi hit besar, dan masing-masing laku di atas 1 juta keping.

Kegiatan sekarang

Southern All Stars memperingati hari jadi ke-25 tahun dengan mengeluarkan edisi baru CD perdana mereka “Katte ni Shindobaddo — Muna-Sawagi no Supesharu Bokkusu” tanggal 25 Juni 2003. Hanya dalam seminggu, CD dalam kemasan kotak mewah ini laku 220 ribu keping, dan langsung menempati puncak tangga album mingguan Oricon.

Masih pada tahun yang sama, single berjudul Namida no Umi de Dakaretai — SEA OF LOVE — dirilis tanggal 23 Juli dan dipromosikan dengan pertunjukan tur besar-besaran. Pada tahun 2005, mereka mengeluarkan album studio Kirā Sutorīto (Killer Street) yang terdiri dari 2 keping CD. Setelah album Kamakura, band ini memang sudah lama tidak mengeluarkan set album 2 keping CD. Album Kirā Sutorīto berhasil menembus angka penjualan 1 juta keping, mengikuti rekor penjualan yang terakhir kali dicatat album Young Love pada tahun 1996.

Download

Download Lagu Tentang Southern All Stars Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up